Ku pilih hijabku Karya: Okta Indriyanih

Aku adalah pelajar di sekolah menengah atas negri di Jakarta. Aku baru kelas X. Namaku Jihan Talita Ulfa di sekolah negri ini aku mempunyai teman-teman yang baru dan beragam entah itu warna kulit, sifat dan agama. Teman-temanku di SMAN ini adalah Salsha Bela, dan Vivi mereka baik dan cantik seagama denganku. Agamaku Islam tapi diantara mereka hanya akulah yang berhijab, terkadang imanku belum terlalu kuat melihat mereka yang tergerai rambut hitam panjang dan halus. Sementara aku di balut dengan kain hijab. Aku pernah berfikir bagaimana kalau aku melepas hijabku sahabat-sahabatku. Tapi niat itu aku buang jauh-jauh sampai pada akhirnya pada suatu saat sahabat-sahabat ku itu menyuruhku den melepaskan hijabku “kamu kalau tidak berhijab lebih bagus” kata sahabatku. Aku hanya terdiam dan berfikir “iya juga ya” tapi aku coba tidak mengikuti kata-kata sahabatku. Aku coba memotong pembicaraan mereka engan topik yang lain.
Dan pada suatu saat aku mulai menaruh rasa pada seseorang pria yang ku suka katanya sih namanya Ruben. Aku juga trus memperhatikannya setiap saat sampai akhirnya aku tahudari sahabat ku bahwa dia beragama kristen. Dan dia tidak suka wanita berhijab pada saat itu aku kecewa dan hanya bisa terdiam tapi, sahabat ku bilang “ kalau kamu mau membuka hijab mu munkin dia akan suka pada mu” dan ternyata benar Ruben juga suka pada ku asalkan aku membuka hijab ku di saat itulah aku berada pada titik yang bingung antara ya atau tidak. Saat aku berada di kamarku ibuku datang menghampiriku dan bertanya “kamu kenapa nak?” tanya ibu. “Aku bingung bu sahabatku menyuruh aku membuka hijabku dan seseorang yang aku suka juga sama” jawabku “nak apakah kau nyaman dengan menutup aurat dan di balut dengan kain yang indah yang menutupi kepalamu?” tanya ibu. “Tentu saja bu, aku sangat nyaman dan hati kecilku bilang begitu” jawab ku “jika kamu nyaman dan hati kecilmu berkata seperti itu mengapa kau dengarkan sahabatmu, nak sahabat yang baik adalah sahabat yang membenarkan mana yang baik dan tidak menjerumuskan pada yang dosa! Menutup aurat itu kan wajib bagi muslimah dan pria yang kamu suka itu bukan pria yang baik karena dia hanya cinta dengan kecantikan kamu bukan akhlak mu nak! Jadi jangan pernah kau lepaskan hijabmu” kata ibu. Aku tersadar oleh kata-kata ibu ku “ makasih bu, sekarang aku tau dan memutuskan tidak akan pernah ku lepaskan hijabku sebagai seorang muslimah. Aku lebih memilih hijabku dari pada pria yang menyuruh melepaskan hijabku” jawabku.
Pada saat itu aku tidak lagi suka dengan cowo itu lagi pula tugasku saat ini belajar dan aku tidak pernah mendengarkan seseorang yang menyuruhku melepaskan hijabku meskipun itu sahabatku sendiri !!


 

            Suatu hari ada seorang gadis yang bernama Sinta. Sinta berasal dari keluarga yang sederhana. Sinta adalah gadis yang taat akan agama, orang tua Sinta selalu mengajarkan agama kepada Sinta. Sinta sekolah di SMA Negri 2 jakarta, Sinta dikenal sebagia murid yang baik dan pintar. Sinta mempunyai banyak teman di sekolah. Semua teman Sinta suka dengan sikap Sinta yang baik hati.
            Suatu hari ada anak baru di sekolah yang bernama Lila. Lila berasal dari keluarga yang kaya raya. Lila gadis yanmg belum mengenal agama dan Lila juga terkenal sebagai murid yang nakal di sekolah dulu. Dari kecil Lila tidak diajarkan agama oleh papah dan mamahnya, karena papah dan mamahnya sibuk bekerja. Baru beberapa hari sekolah Lila sudah sering membuat kesalahan, sampai orang tuanya di panggil ke sekolah.
            Saat sinta melihat Lila, Sinta merasa kasihan dengan Lila. Menurut Sinta Lila sebenarnya orang yang baik, hanya saja pergaulan Lila yang salah selain itu Lila juga kurang mendapat kasih sayang orang tuanya. Sinta ingin mendekati Lila dan ingin menjadi teman Lila yang baik yang bisa mendengarkan isi hati Lila. Sebaliknya Lila tidak suka dengan Sinta menurutnya Sinta itu orangnya suka pamer tentang agama. Lila juga iri dengan Sinta yang suka dipuji oleh guru-guru dan teman-temannya. Walau Lila tidak suka dengan Sinta tetapi Sinta terus berusaha mendekati Lila.
            Suatu ketika Sinta di suruh membaca Al-Qur’an oleh guru agamanya, Lila mendengar Sinta membaca Al-Qur’an dan tiba-tiba hati Lila terasa tersentuh oleh bacaan Al-Qur’an Sinta. Akhirnya Lila pun mulai mau berteman dengan Sinta. Lila mulai sadar apa yang ia lakukan kepada Sinta itu salah dan Lila juga mulai tertarik pada untuk belajar agama lebih dalam seperti sinta.
            Sinta mengajak Lila kerumahnya. Dirumah Sinta Lila bertemu dengan ibu dan ayahnya Sinta. Ayah dan ibu Sinta sangat baik kepada Lila, dan disana Lila juga dianjurkan mengaji oleh ayah Sinta. Lila senang bisa bertemu dengan keluarga Sinta yang sangat baik. Sekarang Lila sudah mulai berubah menjadi seorang gadis yang baik dan taat agama seperti Sinta. Lila sudah mulai bisa membaca Al-Qur’an dan sudah mulai mau mengajarkan sholat fardu lima waktu. Orang tua Lila tidak menyadari perubahan sikap Lila, karena meraka sibuk kerja.
            Suatu ketika saat azan Magrib berkumandang dan saat papah dan mamah Lila sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantor dirumah. Lila mengajak papah dan mamahnya untuk sholat Magrib berjama’ah. Tapi ternyata papah dan mamahnya menyuruh Lila sholat sendiri. Saat disekolah Lila cerita kepada Sinta dan Lila meminta pendapat kepada Sinta. Sinta sebagai teman Lila hanya bisa mendengarkan dan berpendapat agar Lila selalu mengingatkan kedua orang tuanya untuk beribadah.
            Saat papah dan mamahnya pulang dari kantor dan saat itu terdengar pula suara azan Isya berkumandang. Lila kembali mengajak papah dan mamahnya sholat Isya berjama’ah. Dan lagi-lagi papah dan mamahnya tidak mau sholat berjama’ah dengan alasan masih cape karena baru pulang dari kantor. Lila akhirnya sholat Isya sendiri dan selesai sholat Isya sendiri dan selesai sholat Lila tak lupa mendoakan yang terbaik untuk kedua orang tuanya dan Lila juga meminta agar mereka bisa sholat berjama’ah. Saat itu pula papah dan mamah Lila mendengar doa Lila.
            Akhirnya papah dan mamahnya Lila sadar bahwa selama ini mereka telah lalai dalam urusan agama yang akan menjadi bekal kita diakhirat. Mereka selama ini hanya mementingkan pekerjaan didunia, dan mereka juga sadar selama ini mereka sudah mengabaikan Lila anak tunggal mereka.
»»  Baca Selengkapnya...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Bissmillah inilah hasil karya penulisan akhwat rohis95

Ketika ajal menghampiri ku
Karya: Euis Purwanti & Heni Febriyani



Musim panas merupakan ujian yang sangat berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria. Di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda bepakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk di ujung kursi dekat dengan pintu keluar. Tentu saja dengan cara berpakaian seperti itu mengundang “perhatian” kalau bisa di bahaskan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk di sampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya sesuatu yang tidak baik untuk dirinya. Di samping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu berbicara dengan hati-hati dan pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak berbicara terhadap anaknya.Apa respon perumpuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung dengan perkataan bapak tadi, lalu dia mengekspresikan kemarahannya karena ia merasa hak privasinya terusik. Baginya hak berpakaian merupakan hak prerogatif seseorang. 
“Jikalau bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, satu tempat di neraka Tuhan bapak !!!”
Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristigfar mendengar respon perumpuan muda itu.ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, mereka pun terdiam.
Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelehan dan terlelep dalam mimpi, tak terkecuali perumpuan muda tadi.
Lalu sampailah perjalanan dipenghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perumpuan muda tersebut yang terlihat masih tidur, karena posisi tidurnya berdekatan dengan pintu keluar.
“Bangunkan saja !!” kata seorang perumpuan.
“iya. Bangunkan saja !!” teriak penumpang lain.Gadis itu tetap bungkam, tak bergeming.
Salah seorang penumpang lain yang tadi duduk berdekatan dengan si gadis mencoba untuk menggerak-gerakan tubuh si  gadis agar posisinya berpindah. Namun, astagfirullah ! apa yang terjadi? Perumpuan muda tersebut bener-bener tak sadar lagi. Ia menemui ajalnya dalam memesan neraka.
Kontan seisi mikro bus berucap istigfar, kalimat tauhid serta mengumandangkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata di pipinya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menentang Tuhan. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya dapat berakhir setiap saat. Seandainya tiap orang takut bertemu Tuhannya dalam keadaan buruk. Seandainya tiap orang mengetahui kemurkaan Allah. Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbimg-Nya. Allah akan dekat dengan orang-orang yang selalu berusaha mendekatkan diri dengan-Nya.Dan mereka yang terlena dalam kenikmatan duniawi seharusnya segera sadar, selagi  Allah masih memberikan kesempatan.

Apakah booking tempatnya terpenuhi di dalam sana??
Wallahu a’lam


»»  Baca Selengkapnya...

Miracle Of Qur'an : Lautan yang Tidak Bercampur Satu Sama Lain

Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Qur’an sebagai berikut:



"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing." (Al Qur'an, 55:19-20)
Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan "tegangan permukaan", air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)
Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu

Terdapat gelombang besar, arus kuat, dan gelombang pasang di Laut Tengah dan Samudra Atlantik. Air Laut Tengah memasuki Samudra Atlantik melalui selat Jibraltar. Namun suhu, kadar garam, dan kerapatan air laut di kedua tempat ini tidak berubah karena adanya penghalang yang memisahkan keduanya.
 



Source : Hamba ALLAH
»»  Baca Selengkapnya...

Miracle Of Qur'an : Fungsi Gunung

Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.


"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31) 
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305) 

Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7) 
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:

Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)




Dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun ke atas permukaan bumi, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang berbeda, layaknya pasak. Kerak bumi terdiri atas lempengan-lempengan yang senantiasa dalam keadaan bergerak. Fungsi pasak dari gunung ini mencegah guncangan dengan cara memancangkan kerak bumi yang memiliki struktur sangat mudah bergerak. 
 

Source : Hamba ALLAH
»»  Baca Selengkapnya...

AMALAN KESUKAAN RASULULLAH SAW di BULAN RAMADHAN

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H
AMALAN yang menghidupkan Ramadan ialah memperbanyakkan sedekah kerana sikap bermurah hati pada Ramadan adalah dituntut. Ibn Abbas melaporkan: “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada Ramadan ketika Jibril menemuinya lalu membacakan padanya al-Quran.” (Hadis riwayat Bukhari)
Membaca al-Quran
Disunatkan memperbanyakkan bacaan al-Quran pada bulan Ramadan kerana ia bulan al-Quran seperti firman Allah yang bermaksud: “… bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.” (Surah al-Baqarah, ayat 185)
Malaikat Jibril sentiasa bertadarus al-Quran dengan Nabi SAW setiap hari sepanjang Ramadan. Para salaf mendahulukan bacaan al-Quran daripada ibadah lain. Sebahagian salaf khatam al-Quran dalam masa tiga hari, sebahagiannya tujuh hari dan 10 hari pada Ramadan.
Saidina Uthman bin Affan khatam al-Quran setiap hari pada Ramadan. Imam Zuhri berkata apabila tiba Ramadan,“Sesungguhnya Ramadan itu bulan membaca al-Quran dan menyediakan makanan untuk orang berpuasa.”
Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa.
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang memberikan makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya seperti pahala (orang yang berpuasa) dalam keadaan tidak berkurung sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu.” (Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan ad-Darimi)
Qiamullail
Disunatkan berjaga malam secara berjemaah pada bulan Ramadan iaitu solat terawih dan waktunya di antara solat Isyak hinggalah terbitnya fajar. Nabi sangat gemar mendirikan malam pada bulan Ramadan.
Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Sesiapa menghidupkan Ramadan dengan keimanan dan pengharapan pahala daripada Allah Taala, maka akan diampunkan segala dosanya yang terdahulu.”
(Hadis riwayat Bukhari)
Solat tarawih
Solat tarawih adalah solat khusus yang hanya dilakukan pada Ramadan. Solat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan bersendirian, umumnya dilakukan secara berjemaah di masjid. Di sesetengah tempat, sebelum solat tarawih, diadakan ceramah singkat bagi menasihati jemaah.
Mengerjakan umrah
Perkara disunatkan pada Ramadan adalah mengerjakan umrah berdasarkan sabda Baginda SAW yang bermaksud:“Umrah pada Ramadan (pahalanya) sama dengan (pahala) mengerjakan haji atau mengerjakan haji bersamaku.” (Hadis riwayat Bukhari)
Zakat fitrah
Zakat fitrah dikeluarkan khusus pada Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya solat sunat hari raya. Setiap Individu Muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat fitrah. Nilai zakat fitrah adalah satu gantang makanan ruji atau setara dengan 2.7 kilogram beras.


Amalan-amalan harian yang disenangi Rasulullah SAW

1. Niat Ikhlas pada setiap malam
2. Puasa Isnin dan Khamis
3. Puasa 3 hari setiap bulan4. Berbicara Dengan Baik dan Berwajah Manis
5. Menjelaskan Perbicaraan dan Mengulanginya sekiranya Diperlukan
6. Memberikn berita gembira dan Mengucapkn Selamat kepada Org yang memperoleh kebahagiaan
7. Mendahulukn Anggota Tangan dalam segala perbuatan mulia
8. Tidak Mencela Makanan
9. Makan makanan yang palng dekat
10. Terakhir Minum Air bagi Orang Yang Memberi Minum
11. Mengucapkan Salam Kepada Anak-Anak
12. Memberikan salam apabila meninggalkan majlis
13. Etika Meminta Izin
14. Etka ketika bersin dan menguap
15. Menziarahi Saudara Sesama Islam
16. Bermusafr Secara Berkumpulan
17. Mempercepatkan pulang ke rumahsekranya udah menyelesaikan urusan
18. Membaca surah al-Fatihah
19. Membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas
20. Membaca surah al-Mulk
21. Membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah
22. Membaca surah al-Baqarah
23. Membaca ayatul Kursi
24. Membaca surah al-Kahfi
25. Berkumpul membaca dan Mempelajari al-Quran
26.Bergerak menuju ke Masjid
27.Mendrikan solat secara berjemaah
28. Mendirikan slat subuh dan isyak secara Berjemaah
29.Menunaikan solat sunat dua rakaat sebelum Subuh
30. Mununaikan Solat Dhuha
31. Menunaikan solat malam
32. Memohon Ampun Kepada Allah
33. Solat pada saf pertama
34.Menunaikan Solat Tahiyyatul Masjid 

 
SETIDAKNYA BIASAKAN
BEBERAPA LAH. SALAM ADMIN ^^


SOURCE : 1 + 2

»»  Baca Selengkapnya...

Miracle Of Qur'an : Angin yang Mengawinkan

Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.


"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya." (Al Qur'an, 15:22)
Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran "mengawinkan" dari angin dalam pembentukan hujan.

Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:
Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.
Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.

Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam…   

Gambar disamping memperlihatkan tahap-tahap pembentukan gelombang air. Gelombang air terbentuk ketika angin meniup permukaan air. Akibat pengaruh angin ini, pertikel-partikel air mulai bergerak melingkar. Pergerakan ini kemudian mendorong terbentuknya gelombang air yang silih berganti, dan butiran-butiran air kemudian terbentuk oleh gelombang ini yang kemudian tersebar dan beterbangan di udara.



Source : Hamba ALLAH
»»  Baca Selengkapnya...

Miracle Of Qur'an : Atap yang Terpelihara


Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir.
Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)
Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.
Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Bumi terlindungi dari pengaruh merusak akibat pancaran energi ini. The magnetosphere layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a shield protecting the earth from celestial bodies, harmful cosmic rays and particles. In the above picture, this magnetosphere layer, which is also named Van Allen Belts, is seen. These belts at thousands of kilometres above the earth protect the living things on the Earth from the fatal energy that would otherwise reach it from space.



Source : Hamba Allah
»»  Baca Selengkapnya...

Miracle Of Qur'an : Langit yang Mengenmbalikan

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.


"Demi langit yang mengandung hujan." (Al Qur'an, 86:11) 
Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".

Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.


Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.

Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.

Source : Hamba Allah
»»  Baca Selengkapnya...

Miracle Of Qur'an : Mengembangnya Alam Semesta

Edwin Hubble dengan teleskop besarnya.
Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:


"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)
Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perlua
san atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.


Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.


Source : Hamba Allah
»»  Baca Selengkapnya...

Miracle Of Qur'an : Bentuk Bumi Itu Bundar


 
"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (Al Qur'an, 39:5) 
 
Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

Source : Hamba Allah
»»  Baca Selengkapnya...